Thursday, December 12, 2019

Insentif Pajak Pada Impor Bahan Baku Obatan Untuk Farmasi Pada Tahun Kedepan



   Dikutip dari informasi ekonomi bisnis Indonesia, bahwa farmasi nasional Indonesia menyatakan ketergantungan terhadap impor bahan baku obatan (BBO). Hal ini juga dijelaskan dalam rapat terbatas (ratas) tentang kesehatan yang dijalan oleh presiden Jokowi tergantung pada impor bahan baku obatan (BBO) dapat diatasi. Pada laporan jokowi di Kantor Presiden, Kamis (22/11/2019) memberitahu hasil ketergantungan BBO import sekitar 95%.
     Sejak dikeluarkan instruksi presiden presiden menginstruksikan kepada Negara untuk menurunkan kegiatan BBO hal ini disebabkan minimnya industry bahan baku obatan sehingga banyak perusahaan farmasi bahan baku obatan dari luar negeri. Menurut saya sebagai mahasiswa Indonesia, pemerintah dapat menawarkan insentif projek insentif pajak kepada investor untuk membuat perusahaan bahan baku obat sehingga menekankan ketergantungan BBO import kepada Negara lain sebesar 15%. Hal ini juga dapat mengsukseskan instruksi jokowi yang menginginkan menurunkan ketergantungan BBO import sebesar 15%. Manfaat lain dari dihasilkan oleh insentif pajak kepada investor yang akan membuat penerimaan pajak Negara bertambah dan Negara akan menerima pajak dari perusahaan bahan baku obatan.
     Seperti yang kita ketahui sekarang ini Indonesia sebagai import terbesar BBO, karena kita banyak membutuhkan bahan baku untuk perusahaan farmasi Indonesia. Seperti yang di instruksikan oleh presiden jokowi bahwa, tingkat importir bahan baku obatan di tekan seifisien mungkin hingga 15% dari total laporan hasil sekitar 95%. Angka tersebut besar bagi Negara kita, karena kita sebagai import BBO terbesar sangat bergantung kepada Negara lain yang memproduksi bahan baku obatan. Saya Miftahul Rahman Said sebagai Mahasiswa president university ingin menyampaikan gagasan saya untuk mengsukseskan salah satu program dari presiden Jokowi ini. Menurut pandangan saya, pemerintah harus mempunyai program yang tepat seperti pemerintah memberi insentif pajak terhadap calon invenstor atau perusahaan yang bergerak pada bidang farmasi, terutama di bidang obat – obatan. Pembuatan obat-obatan sangat lah mahal banyak perusahaan bangkrut karena tidak sanggup membayar bahan baku obatan yang mahal. Saya berharap gagasan saya dapat meningkatkan dan mengsukseskan penerimaan pajak Negara yang sesuai dengan ekspetasi dari pemerintah.