Dikutip dari informasi ekonomi bisnis Indonesia, bahwa
farmasi nasional Indonesia menyatakan ketergantungan terhadap impor bahan baku
obatan (BBO). Hal ini juga dijelaskan dalam rapat terbatas (ratas) tentang
kesehatan yang dijalan oleh presiden Jokowi tergantung pada impor bahan baku
obatan (BBO) dapat diatasi. Pada laporan jokowi di Kantor Presiden, Kamis
(22/11/2019) memberitahu hasil ketergantungan BBO import sekitar 95%.
Sejak dikeluarkan instruksi presiden presiden
menginstruksikan kepada Negara untuk menurunkan kegiatan BBO hal ini disebabkan
minimnya industry bahan baku obatan sehingga banyak perusahaan farmasi bahan
baku obatan dari luar negeri. Menurut saya sebagai mahasiswa Indonesia,
pemerintah dapat menawarkan insentif projek insentif pajak kepada investor
untuk membuat perusahaan bahan baku obat sehingga menekankan ketergantungan BBO
import kepada Negara lain sebesar 15%. Hal ini juga dapat mengsukseskan
instruksi jokowi yang menginginkan menurunkan ketergantungan BBO import sebesar
15%. Manfaat lain dari dihasilkan oleh insentif pajak kepada investor yang akan
membuat penerimaan pajak Negara bertambah dan Negara akan menerima pajak dari
perusahaan bahan baku obatan.
Seperti yang kita ketahui sekarang ini Indonesia sebagai
import terbesar BBO, karena kita banyak membutuhkan bahan baku untuk perusahaan
farmasi Indonesia. Seperti yang di instruksikan oleh presiden jokowi bahwa,
tingkat importir bahan baku obatan di tekan seifisien mungkin hingga 15% dari
total laporan hasil sekitar 95%. Angka tersebut besar bagi Negara kita, karena
kita sebagai import BBO terbesar sangat bergantung kepada Negara lain yang
memproduksi bahan baku obatan. Saya Miftahul Rahman Said sebagai Mahasiswa
president university ingin menyampaikan gagasan saya untuk mengsukseskan salah
satu program dari presiden Jokowi ini. Menurut pandangan saya, pemerintah harus
mempunyai program yang tepat seperti pemerintah memberi insentif pajak terhadap
calon invenstor atau perusahaan yang bergerak pada bidang farmasi, terutama di
bidang obat – obatan. Pembuatan obat-obatan sangat lah mahal banyak perusahaan
bangkrut karena tidak sanggup membayar bahan baku obatan yang mahal. Saya
berharap gagasan saya dapat meningkatkan dan mengsukseskan penerimaan pajak Negara
yang sesuai dengan ekspetasi dari pemerintah.